Tempat Pembuangan Akhir: Kutukan atau Anugrah?

Sekitar kurang lebih dari 1,4 juta ton sampah dihasilkan setiap tahunnya. Pernahkah kamu berpikir kemana perginya sampah-sampah tersebut? Sayangnya, hanya 17% sampah yang kita hasilkan dapat didaur ulang. Sisanya – sebanyak 83% – berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Tempat Pembuangan Akhir
Landfill oleh Tom Fisk

Tempat Pembuangan Akhir

TPA merupakan tempat di mana semua sampah dibuang dan akhirnya dikubur. Namun, penguburan adalah
metode pengolahan sampah paling tua dan paling mudah di dunia.

Memang TPA adalah bangunan yang dirancang dengan baik – dibangun di atas tanah tempat sampah diisolasi dari lingkungan sekitar (air tanah, udara, hujan). Isolasi ini dilakukan dengan adanya lapisan bawah dan penutup tanah harian.

TPA saniter menggunakan liner tanah liat untuk mengisolasi sampah dari lingkungan. Sedangkan TPA kota menggunakan liner sintetis (plastik) untuk mengisolasi sampah dari lingkungan.

Keuntungan Dari TPA

  • Sistem pembuangan sampah yang hemat biaya
  • Gas yang dihasilkan dari TPA bisa diubah menjadi gas alam
  • Lokasi tempat pembuangan sampah khusus, di mana sampah bisa diproses.

Kekurangan Dari TPA

  • Sampah yang dibuang di TPA bisa mengandung racun yang dapat bercampur ke tanah dan air atau terlepas ke udara.
  • Merkuri terdapat di lampu neon. Menghirup merkuri sedikit saja dapat membahayakan ginjal kita.
  • Material organik memproduksi gas rumah kaca seperti metana. Metana merupakan gas yang mudah terbakar, dan mengancam keamanan lingkungan sekitar.
  • TPA yang dikelola dengan buruk bisa menjadi tempat tikus dan lalat berkembang biak. Penyebaran penyakit dari hama tersebut dapat menjadi masalah kesehatan yang serius.
  • Lindi adalah campuran cairan air dan racun saat air mengalir melewati TPA. Lindi dapat mencemari air tanah dan membuatnya tidak layak untuk dikonsumsi.

Kesimpulan

Dengan menimbang pro dan kontra, dapat dipastikan bahwa metode ini tidak layak untuk jangka
panjang. Masa depan komunitas kita bergantung pada lingkungan yang sehat.

Maka dari itu, kita memerlukan metode pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan lebih maju. Teknologi pengolahan sampah di Indonesia semakin berkembang setiap tahun. Simak terus ya!



Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *